benchmarking antara Program Studi (D3) Administrasi Niaga FISIP Unpand dan BRI
BENCHMARKING DENGAN BRI GUNA PERSIAPKAN KURIKULUM OBE UNTUK DIIMPLEMENTASIKAN PRODI ADMINISTRASI NIAGA FISIP UNIVERSITAS PANDANARAN
Pada hari Jumat tanggal 17 Oktober 2025 bertempat di Ruang Program Studi Administrasi Niaga di Universitas Pandanaran Semarang Jl. Banjarsari Barat No.1 Kelurahan Pedalangan Kecamatan Banyumanik Semarang, telah dilakukan benchmarking antara Program Studi (D3) Administrasi Niaga FISIP Unpand dan BRI dalam hal ini sebagai lembaga pemerintah. “Benchmarking ini bertujuan untuk mempersiapkan kurikulum OBE demi peningkatan kompetensi lulusan di progran studi D3 Administrasi Niaga, “ ujar Dra. Retno Djohar Juliani selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dalam sambutannya. Benchmarking adalah proses membandingkan kinerja, praktik atau proses suatu organisasi dengan standar terbaik yang ada, baik di dalam perusahaan itu sendiri (internal) maupun di institusi dalam hal ini dunia perbankan. Dalam kesempatan yang sama ketua Program Studi (D3) Administrasi Niaga Universitas Pandanaran Rekno Sulandjari, S.Sos, M.I.Kom., menyampaikan bahwa sangatlah penting dilakukannya benchmarking dengan lembaga pemerintah untuk mengetahui regulasi secara up to date dalam perbankan. “Tujuannya adalah untuk mengukur sejauh mana pencapaian kurikulum yang sudah ada saat ini sehingga bisa berkembang menjadi kurikulum OBE,” katanya.
Kurikulum OBE (Outcome Based Education) adalah pendekatan pendidikan yang berfokus pada hasil atau luaran pembelajaran (learning outcomes) yang harus dicapai mahasiswa, bukan hanya pada materi yang diajarkan. Semua kegiatan akademik, seperti metode pengajaran dan asesmen, dirancang untuk memastikan mahasiswa menguasai kompetensi dan keterampilan yang aplikatif di dunia kerja, yang diukur dari kemampuannya melakukan sesuatu setelah lulus. “Perkembangan dunia perbankan sangat pesat dari konvesional menuju proses perbankan digital, sehingga mahasiswa dituntut untuk menguasai kompetensi digitalisasi, “ ujar Anggoro Puspo Nugroho manager operasional dan layanan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Semarang Pattimura. Lebih lanjut Rektor Universitas Pandanaran Semarang menyampaikan sambutannya pada kegiatan benchmarking Prodi (D3) Administrasi Niaga FISIP Unpand dan BRI bahwa sangatlah penting membangun kerjasama dengan dunia usaha, industri dan pemerintah dalam mewujudkan kurikulum OBE. “Karena tujuan diberlakukannya kurikulum OBE di antaranya adalah agar bisa lebih baik lagi dalam mempersiapkan lulusan yang kompetitif sehingga memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang relevan dan siap bersaing di pasar global, ” kata Agustien Zulaidah, S.T., M.T dalam sambutannya.
Selaras dengan yang disampaikan Rektor Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Dra. Cicik Harini, M.M. menyampaikan bahwa kurikulum OBE bertujuan juga untuk mendukung proses akreditasi. “Kurikulum OBE juga berfungsi untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna sehingga mahasiswa terlibat aktif dalam mengonstruksi pengetahuan mereka melalui pengalaman belajar yang relevan, baik di dalam maupun di luar kelas,” ujarnya lagi.

Proses Benshmarking Prodi (D3) Administrasi Niaga FISIP Unpand dan BRI diwakili oleh Anggoro Puspo Nugroho manager operasional dan layanan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Branch Office Semarang Pattimura

Penyerahan sertifikat penghargaan dari Rektor Unpand kepada BRI sebagai stakeholder Prodi (D3) Administrasi Niaga